komunikasulut.com – Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado telah sukses digelar pada 13-14 Agustus 2026.
Sebanyak 5600an mahasiswa baru yang terdaftar dalam 12 fakultas di Unsrat, telah dibekali segudang pengetahuan mendasar tentang Kampus Si Tou Timou Tumou Tou tersebut.
Kesuksesan PK2MB tidak lepas dari peran Pimpinan dan Staf Rektorat hingga Dekanat, serta organisasi kemahasiswaan yang menopang perhelatan itu.
Salah satu organisasi kemahasiswaan yang berperan sentral di dalamnya, yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsrat.
Ketua BEM Unsrat, Kelvin Dayo menilai PK2MB tidak sekedar ajang penerimaan dan pengenalan mahasiswa baru. Tapi ini menjadi momentum sakral dari awal proses pembekalan dalam membentuk generasi penerus bangsa.
“PK2MB Unsrat 2026 telah berjalan dengan segala dinamika, proses, dan cerita di dalamnya. PK2MB sendiri lebih dari sekadar rangkaian penyambutan mahasiswa baru,” bukanya.
“Momentum ini menjadi ruang awal bagi lahirnya generasi mahasiswa Unsrat, yang diharapkan tidak hanya mampu beradaptasi dengan dunia kampus. Tetapi juga memiliki keberanian untuk berpikir, bersuara, bergerak, dan mengambil peran,” tambah Mahasiswa Semester 7 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat tersebut.
Kelvin pun berharap, dari setiap angkatan yang datang, semakin banyak lahir mahasiswa yang militan dalam memperjuangkan kebenaran, kritis terhadap keadaan, berintegritas dalam bersikap, dan peka terhadap persoalan di sekitarnya.
“Di balik seluruh proses yang telah dilalui, tentu masih terdapat kekurangan dan keterbatasan. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas segala hal yang belum berjalan sebagaimana mestinya,” ungkap Ketua BEM Unsrat periode 2026-2027 itu.
“Terima kasih kepada seluruh panitia PK2MB dan pengurus BEM, MPM, UKM dari tingkat Universitas hingga Fakultas, serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dan mengorbankan waktu, tenaga, serta pikirannya,” ucap Kelvin.
Ia juga optimis, bahwa apa yang dimulai dari PK2MB tidak berhenti ketika rangkaian kegiatan berakhir. Tetapi menjadi awal dari perjalanan panjang untuk melahirkan mahasiswa Unsrat yang berani, solid, dan siap untuk mengabdi bagi masyarakat. (*)






